Showing posts with label conservation. Show all posts
Showing posts with label conservation. Show all posts

Thursday, June 19, 2008

Basic element of photograph

There are three element of photograph

1. material support : paper, glass and polimer
2. Binding media : albumen, collodion, gelatin
3. Image layer : silver salt ( AgCl, AgBr and AgI )


Secara umum foto (negatif dan positif) terdiri atas 3 bagian yaitu :

1. material support --> kertas, kaca, plastik
2. binding media --> albumen, collodion, gelatin
3. lapisan image --> garam perak (AgCl, AgBr, AgI)



So, if we will run the conservation, we have to consider that three above material.

If the positive photo was printed in paper. We have to think not only paper, but also picture formed.

The important thing is How to do for avoid picture quality loss. Because the memory valuable of this picture. So. It is very interesting



Oleh karena itu, ketika mau melakukan perawatan atau konservasi koleksi foto, ketiga hal tersebut yang harus diperhatikan.

Andaikan foto tersebut foto positif yang tercetak di kertas, maka yang difikirkan bukan kertasnya saja, tapi juga gambar yang terbentuk. Atau bukan hanya gambarnya saja, tp juga difikirkan kertasnya juga

Inti dalam konservasi foto adalah, bagaimana kita tidak kehilangan gambar yang ada karena , hanya gambar itu yg menjadi bukti bahwa pada masa itu telah terjadi peristiwa ini.., Dan juga dapat merupakan memori dari peristiwa penting.Karena pada masa lampau foto merupakan bahan yang mahal dan langka.

Maka dari itu...

proses konservasi foto pun merupakan hal yang unik dan mengasyikkan...

jika kita tahu caranya.. (believe me)

iy



Sunday, June 08, 2008

Photograph collection conservation

Start from today, We learn about photograph collection conservation and related, include the history of this subject
Thanks God, I've the chances to learn this in netherlands foto museum Rotterdam, within 2 months
My specialization is in negative photograph
If you have any comment or suggest , you can share with me

Best wishes


mulai hari ini dan seterusnya, blog ini akan diisi dengan hal yang berbau foto dan konservasinya.., termasuk akan di bahas sejarah fotografi..

mau gak mau..
why...?
karena sejak awal Juni, saya dan Iwan Marpaung sedang mengikuti program internship di museum foto netherlands (NFM) Rotterdam.
Bisa dilihat di www.nederlandsfotomuseum.nl
Program ini akan berjalan kurang lebih 2 bulan.
Kami di sini mempelajari mengenai sejarah foto, jenis foto dan teknik melakukan konservasi.
Pada awalnya materi yang diberikan umum, dan dapat diterapkan ke semua jenis foto dan koleksi, namun pada akhirnya kami harus memilih subjek sebagai tugas akhir yang harus dipresentasikan.....
dan saya memilih glass negative sedang Iwan memilih abklats.
Mudah-mudahan apa yang kami lakukan ini akan berguna untuk teman-teman di Indonesia

Salam

Wednesday, May 07, 2008

link for paper conservation

This week I learn much about paper conservation.
You can read more about this subject below :
  1. http://www.nps.gov/history/museum/publications/MHI/Appendix%20J.pdf
  2. http://www.nps.gov/history/museum/publications/conserveogram/13-02.pdf ( ConserveO Gram 13/1 - 13 / 4)
  3. Conserve O Gram 19/1 - 19/7
  4. Recollections
Of course you can search more from google search at the top of this web page
It is very interesting learn about this subject



Untuk minggu ini, materinya adalah konservasi kertas.
Bahan -bahan dapat di upload dan di baca dari :
  1. http://www.nps.gov/history/museum/publications/MHI/Appendix%20J.pdf
  2. http://www.nps.gov/history/museum/publications/conserveogram/13-02.pdf ( ConserveO Gram 13/1 - 13 / 4)
  3. Conserve O Gram 19/1 - 19/7
  4. Recollections

Dan masih banyak lagi , bisa ditelusuri web nya
Lalu, gimana cara nyari yang mudah....
Di halaman ini, ada google search. Tulis kata kunci yang diinginkan lalu klik.....

Mudah kan...

Selamat surfing dan mencari bahan yang diperlukan


Salam

TEXTILE CONSERVATION

This is the interesting lesson about textile conservation (in pdf format ), as you can see below

http://www.scribd.com/doc/2880587/konservtekstil

Salah satu matakuliah yang diajarkan dalam konservasi adalah konservasi tekstil.
File dalam bentuk pdf dapat dilihat pada :

http://www.scribd.com/doc/2880587/konservtekstil

Friday, June 08, 2007

"Gaja Dumpak" , The sword of Si Sisingamangaraja

This is the benefit of working in museum. Could hold directly a high historical valuable collection, such as Sword of Indonesian National Hero: Sisingamangaraja.
Based on Museum notice, this sword arrived on August 19th 1907 from General Heurtz (That's mean a hundreds years ago!)
This sword belong to Sisingamangaraja XII, who died on June 17th 1907. (only two month before his sword come in Museum)

Inilah salah satu keuntungan kerja di museum, dapat memegang langsung benda yang bernilai historis tinggi, seperti pedang yang satu ini, milik Pahlawan Nasional, Si Singamangaraja.
Berdasarkan catatan yang dimiliki museum, pedang ini diterima tanggal 19 Agustus 1907 dari Jendral Heurtz (berarti sudah menjadi penghuni museum selama 100 tahun).
Pedang ini terakhir dimiliki oleh Si Singamangaraja XII hingga gugur beliau pada tanggal 17 Juni 1907. Artinya cuma 2 bulan sesudah beliau wafat, itu pedang sudah menjadi penghuni museum.

It's like a destiny, when we, conservation team, did the conservation for this object, sudenly, there are the special visitor. Yes, because the visitor is a big family of the Hero: Sisingamangaraja). They came to museum for seeing their heritage that they didn't see yet. Museum as a preparation for celebrating a 100 years of the death of Sisingamangaraja in the origin place. They are very happy to see their "thing" was "cleaning" by us. They feel honour with our treatment for their collection. And so We are very proud about this moment, especially, about our job that makes historical good still see-able until now and tommorow, hopely.

Seperti sudah ditakdirkan, saat kami, tim konservasi sedang melakukan konservasi terhadap pedang gaja dumpak ini (Disebut seeperti ini karena pegangannya berbentuk gajah, lengkap dengan belalai), tiba-tiba kami kedatangan tamu. Ternyata ini tamu adalah keturunan dari Si Singamangaraja. Mereka memang datang untuk melihat warisan leluhur mereka yang belum pernah mereka lihat ( dan kedatangan mereka ini dalam rangka memperingati 100 tahun gugurnya Si Singamangaraja yang akan dirayakan besar-besaran di tempat asalnya, dekat Danau Toba).
Karena mereka datang saat kami sedang "menggarap" pedang gaja dumpak, maka mereka dapat melihat dari dekat , bahkan ikut memegang.

Saya ikut terharu melihat pertemuan para ahli waris dan keturunan pahlawan bangsa ini dengan Pedang yang selama ini mereka tahu hanya dari cerita.
Dan..
Seketika bangga juga menjadi pekerja museum, karena di tangan kami inilah maka benda seperti padang Gaja Dumpak tetap awet hingga dapat dilihat oleh keturunannya, dan juga oleh kita semua, bangga Indonesia.

Sunday, May 27, 2007

BUILDING AS A SHIELD OF COLLECTION

As the alumny of CMHB course, my sensitivity about historical building is increasing. Of course, It is really corelate with my job in Museum. Althought, in Indonesia there are many museum with the new building, it still easy to find museum from old building. Museum on old building should consider the conservation both : the collection and the building itself.

Setelah jadi alumnus CMHB course, sensitivitas saya terhadap historic building makin meningkat, tentunya yang berhubungan dengan kerjaan saya di museum. Meski di Indonesia banyak museum berada di gedung baru, tapi gak sedikit juga kok gedung bersejarah, yang tentunya udah pasti gedung lama di pake sebagai museum.
Ini berarti perhatian para penyayang gedung tua yang kebetulan dipake sebagai museum harus dobel. Pertama, tentu gedungnya, dan yang kedua benda atau objek yang ada di dalamnya.

Relate with my job as Conservation, I try to compare ouside climate and inside climate in old building. The result is significantly different between T adn RH. Its mean that the old building have a good function as the shield of collection. Unfortunately I couldn't attach with the graph. But if you really want to know, you can contact me.

Sebagai bagian dari tugas konservator, saya mencoba membandingkan iklim di luar gedung museum dengan salah satu iklim di dalam ruangan museum (gedung lama).
HAsilnya terlihat terjadi perubahan yang signifikan antara T dan RH di luar (lobby ) dengan di dalam galeri.
Ini adalah bukti bahwa gedung telah berfungsi dengan baik sebagai pelindung untuk koleksi.
SAyang, grafik gak bisa ditampilkan di sini. Tapi kalau memang ada yang butuh bisa hubungi saya langsung

Sunday, December 17, 2006

Handling the objects vs handling objection

This is two words that really different meaning; contrary

Beneran, hari ini saya baru sadar akan dua makna kata-kata tersebut.


Handling the objects..
Works with museum collection, makes me familiar with this words. This words illustrate our job. such as how to holding, how to exhibite, how to prevent safely. Safe means, safe from the thieves, fire, light, earthquake, falling dowm etc
Handling the object si focus to ourselves, for more carefuly to treat the colections. Not only for conservation member, but all museum employee.

Saya selama ini selalu bekerja dengan koleksi museum, tentunya hapal beneeeeer dengan kata tersebut. Itu adalah kata yang menggambarkan bagaimana pekerja museum seperti kita ini menangani objek, atau koleksi.. Artinya, gimana megangnya, gimana cara natanya, gimana agar koleksi itu tetap berada ditempatnya dalam keadaan aman.
Aman disini maksudnya banyak banget, aman dari pencuri, kebakaran, kelembaban dan temperatur yang tidak sesuai, cahaya, gempa, jatuh de el el....
Handling the objects lebih ditekankan pada diri kita sendiri. supaya lebih care pada koleksi.
Tidak dapat dipungkiri pekerja museum tentunya memiliki reflek yang bagus tentang handling the object, bukan hanya mereka yang bekerja di bidang konservasi dan penyajian pameran aja lo, tapi juga para kurator (gimana temen-temen kurator, ada tanggapan?)


Handling objections
Hemmm, this is really different meaning.
Handling the objection is a way of us to answer or respond if somebody ask question or objection. It need good argumentative and logical statement. And af course based on fact.
Both of words is related in some of my job.

Nah ini lain lageee,
handling objection adalah bagaimana kita mengatasi pertanyaan-pertanyaan dengan cara yang tidak mematahkan tapi bisa mempengaruhi orang dengan kata-kata kita itu...
Tentunya karena kita memberi fakta yang benar dan nyata secara logika..
Ini menarik tapi susah !
Cuma jangan anggap susah sebagai halangan, tapi tantangan

In case of Museum collection, we should answer logicaly, even only for unimportant questions. such as, Why we should hold the collection using hand gloves and sometimes not use hand gloves.
Dalam kasus koleksi museum, kita harus bisa memberikan pernyataan dan jawaban logis. Seringkali pertanyaan yang diberikan sangat sepele, tapi kita jawabnya tidak boleh simple. Contohnya, kenapa kok ketika ambil atawa pegang koleksi harus pake sarung tangan tapi kadang-kadang sering juga gak pake sarung tangan
.




To answer that question: Using hand gloves is a wise action. Salt acid sweat on our hand have a potentioal to corode the iron collections. But if the collection have many beads on its surface, using hand gloves can make broke the beads on surface. Using hand gloves on ceramics, is not wise because the slippery of ceramics.

Untuk pertanyaan seperti ini sebenarnya secara logika bisa kita jawab,
Pake sarung tangan untuk mengambil koleksi adalah tindakan yang baik. Alasannya tangan kita mengandung keringat, dan jika kita pegang koleksi terutama logam keringat itu akan berpindah dari tangan ke koleksi, dan itu akan memicu timbulnya perubahan pada koleksi akibat perubahan suasana. (keringat itu adalah garam yang bersifat asam lo).
Tapi... (inget ada tapinya)
JIka sarung tangan kita pake untuk pegang koleksi yang banyak pernik-perniknya harus hati-hati.. Bisa-bisa tu sarung malah nyangkut dan manik-manik atau ukiran halus akan tertarik.
Atau jika koleksi licin (keramik misalnya) bisa-bisa lepas dan jatuh dari pegangan.

It is better to anti slip hand gloves. But we should import this material and usually expensive. I couldn't find in Indonesia. netherland is the source of this kind of hand gloves.
Another easy way is by washing our hand before touch the collection. Hopely, the sweat is gone after this washing.

So, the point is we want to protect the collection. Thats all.

So, kalo mau pake sarung tangan ya.. cari yang anti slip, bukan yang kain atau kaos dan nyaman dipake.
(biasanya yang pake warna norak, ijo misalnya---), dan sarung tangan yang aman untuk koleksi seperti ini biasanya mahal... gak tau deh di Indonesia ada apa nggak, yang sering aku pake adalah dari Belanda)

Jadi yang musti difikirkan, kenapa kita pake sarung tangan? ya karena kita gak mau "menodai" koleksi dengan noda yang berasal dari tangan kita.


Dari pada pusing-pusing, ada cara yang sangat praktis ketika kita pegang koleksi, yaitu cuci tangan sebelum pegang koleksi, kalau perlu pakai sabun.

lho kok gitu?

Iya.., karena dengan cuci tangan berarti segala noda dan keringat yang ada di tangan sudah hilang dan dijamin tidak akan pindah ke koleksi.

Dan dijamin pula ketakutan akan jatuhnya koleksi atau nyangkutnya pernik-pernik atau ukiran, akan sirna.


Mudah bukan???

Monday, December 04, 2006

There are many people do not understand Museum conservation

Why ?
We don't know. If know, it is depend on the people

Mengapa?

Jawabannya tidak tahu, kalau tahu.. ya kira-kira aja, karena semuanya tergantung dari orangnya kok.

My experience said that. Someone should go to Vietnam for following the conservation course. But prohibited by the government. Because she is a curator, not a conservator. So, it is not her job.

Pengalaman hari ini membuktikan seperti itu.
Ada teman mengeluh, dia tertahan untuk pergi ke Vietnam untuk menghadiri kursus tentang konservasi. Dia diundang karena telah terpilih, tapi sayangnya dia itu bukan dari bagian konservasi di museum tapi kurator.
Ada orang yang bilang, ngapain ? kan itu tidak sesuai dengan bidang tugas di museum..., ngambil jatah orang dsb, dll...

As a conservator, I very dissapoint about this paradigm. People (in Indonesia) only think that conservation job is wiping and cleaning the conservation. make the collection glow and shiny. That is the conservation (as they think). It is very limited meaning of museum conservation!



Saya sebagai orang yang berkecimpung di dunia konservasi menyayangkan hal tersebut. Artinya orang itu punya pikiran sempit tentang konservasi. Dikiranya, yang namanya konservasi itu cuma ngelap dan bersihin koleksi aja, pake bahan kimia dan bikin koleksi kinclong apa???, apakah cuma sebatas itu orang mengenal konservasi?

Actually, the conservation involve all activities in museum. Conservation is a "bone" of museum ! You know, the function of mueum from the government regulation is not only place to keep the collection from past, but include to preserv and conserv them.
How to conserv? By do not make a broken. even sometimes happened, (by light, misshandle, take a picture).
Of course, consevation is important, sech like another section in museum, are important.
So, if someone want to learn conservation (even not conservator). It is better to make them understand the meaning of conservation endeed.
This is missunderstanding meaning about conservation in museum.
This job not only cleaning, wiping, apply chemical. But it is means all activities of museum.
This blog purpose is to alter the paradigm of conservation. not only a section in museum, but all.
If another can say, Total Quality management, maybe this is the time to say Total conservation management in museum.
It is not easy work off course, but have to start. (even still not many people in Indonesia love the museum)

Gini ya..
Yang namanya konservasi itu adalah mencakup semua bidang. Malah saya berani bilang, bahwa tulang nya museum adalah konservasi. Apa sih fungsi museum menurut UU, kan bukan hanya tempat meletakkan objek dari masa lalu, tapi juga objek tersebut harus tetap dijaga kelestariannya
Gimane jaganya ?
Ya.. jangan bikin kerusakan baru dong. Kadang-kadang kerusakan muncul tanpa disadari, dan yang bikin seringkali pekerja museum sendiri( juga tanpa disadari).
Cahaya, kelembaban, salah megang, mindah-mindahin koleksi, pemotretan,....
Emang kurator itu penting ,sama aja pentingnya dengan keuangan (lho..)
Maksudnya, semua bidang di museum itu penting...
jangan menganggap satu profesi berada diatas yang lain...
Saya sebagai orang konservasi, kalau orang lain diluar konservasi mau ikutan kursus tentang konservasi, malah bersyukur banget.
BIar aja, biar pada tahu apa itu konservasi..
JAngan berpandangan sempit, karena semua segi di museum bertujuan untuk melestarikan koleksi (baca: melakukan konservasi).
Kalau ada seminar tentang hal ini, saya berani mengemukakan semuanya... atau saya buat aja sendiri ya , seminar mengenai pergeseran paradigma pada konservasi..
Semuanya ini mengingatkan aku akan niat mulia ketika membuat blog ini.
TApi dipikir-pikir, berapa persen sih orang Indonesia atau pemerhati benda budaya yang melek dan mau ngubek-ngubek internet ?

Rasanya tidak ada jalan lain, saya harus buat plan B nih..
Selain bikin blog di internet, rasanya harus bikin tulisan dan nembus Kompas atau Republika.

Doakan ya...
Niat mulia ini kesampean

Jakarta,
4 Desember 2006